Spaktual.Com – Kab Bandung : RT dan RW adalah singkatan dari Rukun Tetangga dan Rukun Warga. RT dan RW merupakan struktur organisasi masyarakat yang berfungsi sebagai penghubung antara pemerintah dan masyarakat dalam melaksanakan kegiatan sosial, ekonomi, dan politik di tingkat kelurahan atau desa. Walaupun tidak masuk dalam Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) Pemerintahan Desa,
RT RW sangat penting untuk mewujudkan ketertiban dan keamanan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menjalin hubungan yang baik antarwarga, memudahkan pemerintah dalam memberikan pelayanan, dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Dalam sumbangsih keberhasilan pembangunan,
RT dan RW adalah ujung tombak dalam memperbaiki kualitas kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, peran dan fungsi RT dan RW harus dijaga dan ditingkatkan untuk memastikan bahwa masyarakat dapat merasakan manfaat dari keberadaannya.

Melihat pentingnya peran RT RW tersebut, Pemerintah Desa Nagrak memberikan insentif kepada seluruh Ketua RT dan Ketua RW di Desa Nagrak. Pemberian insentif ini bukanlah merupakan gaji namun sebagai honor atau penghormatan karena kerja-kerja yang dilakukan oleh RT RW sejatinya bukan merupakan pekerjaan melainkan pengabdian masyarakat.
Hal ini diapresiasi sangat tinggi oleh Pemerintah Desa Nagrak. Insentif kepada RT RW se-Desa Nagrak pada tahun 2024 ini diberikan dalam acara Pertemuan RT RW Desa Nagrak yang digelar pada Jum,at (27/12/2024) pagiĀ di Balai Desa Nagrak Kecamatan Pacet Kabupaten Bandung.hadir pada kesempatan ini , Kepala Desa Nagrak, Sekretaris Desa, Ketua BPD,Bhabinkamtibmas Desa Nagrak,serta seluruh RT RW yang hadir.

Dalam kesempatan ini, Kepala Desa Nagrak, H.Ujang Suparman, berpesan kepada seluruh RT RW untuk memperkuat kegotongroyongan warga. Kegiatan-kegiatan kerja bakti dan bersih lingkungan agar diteruskan secara rutin untuk menciptakan lingkungan hidup yang bersih, sehat, dan nyaman.
Karena adanya kegotongroyongan yang kuat. Hal ini tak lepas dari peran RT dan RW dalam menggerakkan solidaritas semua lapisan masyarakat, Jelasnya,” (**Agus Rachmat)