Spaktual.Com – (Kab Bandung) -‘ Oknum Guru berinisial (K),yang sehari-hari sebagai guru bidang Seni budaya melakukan prilaku yang sangat memalukan bagi seluruh profesi guru,dimana oknum guru berinisial (K)

tersebut telah melakukan pelecehan seksual terhadap salah satu siswinya.Kejadian pelecehan seksual ketika korban curhat pada sesama teman,korban sudah merasa di lecehkan atas perbuatan oknum guru tersebut. Kejadian pelecehan seksual terhadap seorang siswi yang di lakukan oknum guru (K) terjadi pada waktu libur sekolah ,tepat pada hari Minggu,kejadian pelecehan terjadi dan yang paling sangat bejad dan tidak bermoral,pelecehan tersebut di lakukan di luar lingkungan m…

Jadi kronologisnya akan saya ceritakan awal mulanya oknum tersebut masuk ke lembaga kami itu karena ada rekom dari saudaranya bahwa beliau itu punya talenta untuk mendidik dalam bidang seni budaya setelah itu saudara oknum tersebut saudara nya menghadap Kepala Sekolah bahwa dia mengatakan bahwa punya saudara yang mempunyai talenta bagus untuk memberikan ilmunya mengamalkan ilmunya di bidang seni budaya apa salahnya karena kami juga bertujuan mendidik itu supaya ada kemajuan ada pareasi ngajar yang lebih bagus akhirnya maka di panggilah setelah dipanggil perjalanan waktu ternyata benar orang nya prilakunya baik mengajarnya bagus talentanya bagus dan akhirnya dia itu sebenarnya pertamanya tidak menjadi guru honor dia itu hanya membantu yang ada di sekolah membantu perkembangan diri seni budaya jadi Ekstrakulikuler seni budaya di sekolah kami beliau atau oknum tersebut di perbantukan belum jadi guru Ekstrakulikuler tetapi di bantukan tetapi dari perjalanan waktunya bagus dan kami  juga ingin sekolah kami maju akhirnya di rekrutlah menjadi tenaga pengajar tetapi dia tidak masuk dapodik karena dia cuman lulusan SMK tetapi dia cuman membantu saja mengajar jadi ada jam mengajar dari oknum tersebut,

 

Sangat mengutuk dan sangat mencemarkan jadi pada saat itu juga terjadi itu Kepala Sekolah sangat respon jadi sangat cepat merespon kejadian ini akhirnya sikap yang pertama – Tama mengambil langkah yaitu memberhentikan dengan tidak ada teroransi dan selanjutnya setelah yang menangani nya pihak yang berwajib yaitu Kepolisian jadi sekolah itu sebenarnya kalau pembinaan kepada guru kepada pendidik atau tenaga pendidikan hampir dilaksanakan setiap hari hampir dilaksanakan setiap mau masuk jam pelajaran bahkan setiap hari Senin ada pembinaan bagaimana kita evaluasilah  evaluasi bagaimana kinerja kita bagaimana kedepannya bagaimana kekurangannya.Jadi sikap yang paling utama itu resfon mereka langsung menindaklanjuti dengan tegas mengeluarkan oknum tersebut dan pembinaan selanjutnya secara rutinitas dan bahkan bukan hanya setelah kejadian itu bahkan pembinaan itu selalu ada oleh Bapak Kepala sekolah selaku pimpinan kami,Katanya,”

 

Dan untuk masalah tersebut jadi dari pihak sekolah sekarang sudah 100% mempercayakan kepada yang berwajib tetapi kalau pihak sekolah nanti bila diperlukan untuk memberikan klarifikasi sekolah itu mungkin dengan welcam menerima kalau mau klarifikasi dan dibutuhkan untuk penyidikan yang lebih lanjut.Atas nama sekolah lembaga dan atas nama pribadi kami sangat mengutuk perbuatan tersebut dan kami juga sangat menyayangkan terjadi dan ini mungkin sudah kodrat dari ilahi terjadi di SMPN 1 ibun dan insaalloh untuk kedepannya tidak akan terjadi lagi karena sekarang itu kami sudah melaksanakan program ramah anak,Pungkasnya” (**Agus Rachmat)