Spaktual.com -(Kab Bandung) -, Puluhan Lulusan Pendidikan Kesetaraan Paket B (Setara SMP) dan Paket C (Setara SMA) menerima Ijazah di PKBM Cahaya Global yang berlangsung di Aula Desa Gunungleutik Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung Provinsi Jawa Barat Pada (Rabu 16/10/2024) Lulusan Tahun Pelajaran 2024 ini mendapatkan Ijazah setelah melalui proses pembelajaran dan ujian yang diselenggarakan oleh PKBM Cahaya Global.
Atas usaha dan semangat belajarnya akhirnya para peserta pendidikan kesetaraan mendapatkan ijazah pendidikan kesetaraan, di PKBM Cahaya Global sebagai tempat untuk belajar hingga dinyatakan lulus dan memperoleh ijazah”.Peserta Pendidikan Kesetaraan yang memperoleh Ijazah sebanyak 13 orang, Paket B (Setara SMP) dan Paket C (Setara SMA)

Telah dibagikannya ijazah pendidikan kesetaraan kepada para lulusan, maka hal ini telah memberikan kontribusi untuk menekan atau mengurangi angka putus sekolah di wilayah Desa. Gunungleutik Wajib diapresiasi atas semangat para peserta dan keinginan untuk belajar masih tinggi sehingga dapat melalui proses dan berhasil mendapatkan ijazah.
PKBM Cahaya Global tentunya menjadi wadah bagi masyarakat yang putus sekolah untuk kembali belajar dan meraih cita — citanya melalui jalur pendidikan non formal khususnya pada program pendidikan kesetaraan. dengan semakin banyak lulusan pendidikan kesetaraan maka angka putus sekolah semakin menurun dan berdampak pada peningkatan index kualitas sumber daya manusia.
\
Sebagaimana yang di sampaikan Kepala Desa Gunungleutik, Agus Hamdani S,IP , Alhamdulilah hari ini di Desa Gunungleutik tempatnya di Aula melaksanakan pemberian ijasah kepada warga wajib belajar di PKBM Cahaya Global yang tempat nya masih diwilayah Desa Gunungleutik di RW 09 dengan Ibu Kepala Sekolah nya, Ibu Leonita Kusumaningrum, ada juga hadir Penilik tingkat Kecamatan dibidang Pendidikan Non Formal, Ibu Hj Reli, peserta yang di undang hadir Perangkat Desa, BPD, dan LPMD kami selaku Kepala Desa sangat berterima kasih kepada PKBM Cahaya Global sudah membantu warga kami yang putus sekolah dan akhirnya ikut belajar menjadi dapat ijasah baik itu SMP atau SMA, dan juga sarana belajar mengajar nya juga di Aula Desa, Jadi saya menghimbau masyarakat jangan berkecil hati jangan malu mengikuti pembelajaran di PKBM Cahaya Global walaupun usianya sudah tua seolah – olah,Ucapnya,”
Lebih lanjut, Agus Hamdani S,IP, yang 13 orang ini sangat luar biasa ada yang sudah mengandung ada yang sudah punya anak anaknya juga dibawa juga karena masih bayi alhamdulilah mungkin pada waktu itu karena mengandung karena sudah lahir bayinya dibawa juga, ini sangat luar biasa semoga ini menjadi conto yang baik untuk masyarakat yang belum punya Ijasah SMP SMA ataupun Ijasah SD sekalipun, Ini ada kesempatan bahwa PKBM dengan Pemerintah hadir untuk memfasilitasi masyarakat yang putus sekolah pada waktu itu alasan – alasannya putus sekolah karena faktor biaya, faktor di nikahkan, faktor orang tuanya berpisah ini banyak faktornya. dan juga PKBM Cahaya Global itu mempasilitasi disabilitas disabilitas juga proses belajar mengajar di PKBM Cahaya Global jadi disabilitas bisa mendapatkan hak yang sama bisa belajar dipasilitasi oleh PKBM Cahaya Global, Terangnya,”
Ini juga yang sangat luar biasa karena dengan sendiri kami juga selaku warga tidak mungkin melakukan hal itu makanya saya mengapresiasi yang positif kepada PKBM Cahaya Global setinggi – tingginya sangat positif sudah mempasilitasi anak putus sekolah, disabilitas semoga yayasan ini kedepannya semakin maju semakin berkembang masyarakatnya mau dan tidak malu dan juga tentunya Sufoot dari pemerintah semoga kedepan nya lebih besar lagi dan lebih sejahtera lagi untuk khususnya para guru – guru dengan semua perhatian berbagai pihak sekali lagi dengan perhatian atau Sufoot dari semua pihak insyaalloh PKBM Cahaya Global lebih berkembang dan warga masyarakat aspirasinya yang tadi disampaikan bisa di akomodir lebih banyak lagi, Pungkasnya,” (**Agus Rachmat)