Spaktual.com – Jakarta : Terdakwa Doni Muhammad Taufik alias Doni Salmanan yang dihadiri secara langsung oleh Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri (JPU Kejari) Kabupaten Bandung, dan Terdakwa hadir virtual dari Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Klas IIA Bandung. Pembacaan Surat Tuntutan tersebut dibacakan oleh JPU dihadapan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bale Bandung Kls I A pada hari Rabu, 16 Nopember 2022.

Dalam rilis Puspenkum Kejaksaan Agung RI Nomor : PR – 1822/098/K.3/Kph.3/11/2022 tanggal 16 Nopember 2022 disebutkan, adapun pasal yang terbukti dan tuntutan terhadap Terdakwa Doni Muhammad Taufik alias Doni Salmanan pada pokoknya yaitu:

Kesatu Alternatif Pertama melanggar Pasal 45 ayat (2) jo. Pasal 28 Ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik atau Kedua Pasal 378 KUHPidana dan Kedua Pertama Pasal 3 Undang-undang RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Dalam amarnya, JPU menyatakan, Menjatuhkan Pidana Badan terhadap Terdakwa Doni Muhammad Taufik alias Doni Salmanan dengan Pidana Penjara selama 13 (tiga belas) tahun, dikurangi selama Terdakwa berada didalam tahanan, dengan perintah Terdakwa tetap ditahan, Menjatuhkan pula Pidana Denda terhadap Terdakwa sebesar Rp10.000.000.000,- (sepuluh miliar rupiah) Subsidiair 12 (dua belas) bulan penjara, dan menyatakan barang bukti berupa: Barang bukti no 1 s/d 32 tetap terlampir dalam berkas perkara,
Barang bukti no 33 s/d 131 dirampas untuk dikembalikan kepada para korban secara proporsional melalui

“Perkumpulan Paguyuban Korban Doni Salmanan” (sesuai Akta Pendirian Nomor 25 Tanggal 20 Oktober 2022 dihadapan Notaris H. Mauludin Achmad Turyana, S.H dengan mempertimbangkan permohonan penggabungan gugatan ganti kerugian,
Barang bukti nomor 132 s/d 136 dirampas untuk Negara, apabila dalam eksekusi pengembalian kerugian para korban terdapat kelebihan barang rampasan, maka barang rampasan tersebut dirampas untuk Negara,
mengabulkan Permohonan Ganti Kerugian/Restitusi Pemohon No. Ref : 314/PER.RES/FMP/IX/2022 dari Finsensius Mendrofa & Partners (“FMP LAW FIRM”) sebesar Rp5.283.113.957,- (lima miliar dua ratus delapan puluh tiga juta seratus tiga belas ribu sembilan ratus lima puluh tujuh rupiah), mengabulkan Permohonan Ganti Kerugian/Restitusi Pemohon Perkumpulan Paguyuban Korban Doni Salmanan, yang diwakili Sdr. Feliks Multiwijaya Nomor: U/01/R.01/X/2022 tanggal 19 Oktober 2022 sebesar Rp11.210.275.947,- (sebelas miliar dua ratus sepuluh juta dua ratus tujuh puluh lima ribu sembilan ratus empat puluh tujuh rupiah) rincian sebagai berikut : 67 (enam puluh tujuh) orang korban dengan jumlah Kerugian Platform Quotex sejumlah Rp9.140.285.033 (Sembilan milyar seratus empat puluh juta dua ratus delapan puluh lima ribu tiga puluh tiga rupiah), 8 (delapan) orang korban dengan Kerugian di luar Berkas Dakwaan (Tambahan) Platform Quotex Rp2.069.990.914 (dua miliar enam puluh sembilan juta sembilan ratus sembilan puluh ribu sembilan ratus empat belas rupiah), mengabulkan Permohonan Ganti Kerugian/Restitusi Pemohon dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban dengan Surat Nomor Register : 3395 – 3403 /P.BPP-LPSK/X/2022 dan Nomor Register: 3450 – 3473/P.BPP-LPSK/X/2022 sebesar Rp1.292.781.000,- (satu milyar dua ratus sembilan puluh dua juta tujuh ratus delapan puluh satu ribu rupiah); membayar biaya perkara Rp. 5.000,- (lima ribu rupiah).

Sidang ditunda dan akan kembali dilanjutkan pada Kamis 24 November 2022 pukul 09:00 WIB dengan agenda persidangan pembacaan pembelaan (pledoi) oleh Penasihat Hukum Terdakwa Doni Muhammad Taufik alias Doni Salmanan (SPA/Puspenkum).